DUNIA DINO Kamar Inspirasi

Bagaimana Dinosaurus Punah ?

Judul
Written by Suar

Sobat Suar, kita pasti sering atau paling tidak pernah mendengar tentang keberadaan hewan raksasa bernama Dinosaurus. Jenis hewan yang digolongkan sebagai reptil prasejarah oleh para ahli ini memang menarik dan seringkali dianggap sebagai mitos, legenda, atau fakta ilmu pengetahuan di masa kini. Tidak hanya dalam literatur ilmu pengetahuan tentang makhluk hidup saja, tetapi Dinosaurus adalah topik yang cukup populer di media hiburan seperti film, novel atau buku cerita anak. Biasanya, anak-anak atau bahkan kita sendiri akan takjub pada kisah Dinosaurus ini. Maklum, hewan raksasa ini sudah tidak ada tapi keberadaannya dapat kita yakini melalui berbagai penemuan fosil kerangkanya di seluruh belahan dunia. Fakta ini pun akhirnya membawa Suar ke satu pertanyaan, “Bagaimana Dinosaurus punah?”

Sebelum kita cari jawaban tentang pertanyaan tadi, Suar mau sedikit berbagi dengan Sobat semua mengenai keberadaan reptil raksasa ini. Jauh sebelum mamalia apalagi manusia menguasai bumi, berbagai jenis makhluk baik hewan lain maupun tumbuhan pernah jadi obyek utama di kehidupan dunia ini. Menurut sejumlah ahli, kehidupan ini berasal dari sel-sel primitif yang kemudian berevolusi dari satu masa ke masa lainnya sehingga terbentuklah kehidupan seperti yang kita kenal sekarang ini.

Sejumlah ilmuwan meneliti bahwa lebih dari 300 juta tahun lalu hewan-hewan air sudah hidup di bumi ini, kemudian beberapa ratus juta tahun kemudian diikuti oleh kemunculan makhluk amfibi yang dapat hidup di dua alam, air dan daratan. Beberapa ratus abad kemudian para amfibi ini mulai beradaptasi dengan lingkungan darat dan berevolusi menjadi sejumlah reptil prasejarah. Archosaurus adalah salah satu reptil prasejarah pertama yang kemudian berevolusi menjadi banyak jenis makhluk raksasa. Mereka kini kita sebut Dinosaurus. Kata para ahli, Dinosaurus sudah menguasai bumi sejak masa Permian sekitar 250 juta tahun lalu hingga akhir Cretaceous 65 juta tahun silam. Hal ini menarik karena ternyata Dinosaurus pernah berevolusi dan menguasai permukaan bumi selama kurang lebih 185 juta tahun.

Sejak sekitar pertengahan abad ke 16 hingga kini, diketahui sudah ada kurang lebih 2000 fosil jenis Dinosaurus yang ditemukan oleh manusia. Hal ini membuktikan bahwa reptil raksasa ini memang pernah ada dan memenuhi kehidupan bumi pada masa itu. Walaupun hampir 200 juta tahun menjadi makhluk yang mendominasi kehidupan bumi, namun kenyataannya para kadal raksasa ini pun berakhir menemui kepunahannya. Sebenarnya agak sulit untuk memastikan kapan dan apa sebab tepatnya Dinosaurus punah. Berbagai penelitian pun dilakukan hingga saat ini untuk mengetahui hal tersebut.

Sekitar tahun 1980, para ahli paleontologi dikejutkan dengan penemuan sebuah kawah berdiameter 180 kilometer di wilayah Yukatan, Meksiko. Kawah ini merupakan sebuah cekungan yang diketahui sebagai dampak benturan keras sebuah asteroid pada 65 juta tahun silam. Para ahli pun berpendapat bahwa asteroid yang menabrak bumi ini sangat besar dan diduga berdampak langsung pada seluruh bumi beserta makhluk hidup yang ada saat itu. Akhirnya munculah sebuah hipotesa bahwa benturan keras asteroid inilah yang menjadi sebab kepunahan para Dinosaurus.

Sementara pendapat ini terus diteliti, di wilayah selatan India, para ahli menemukan sisa letusan gunung berapi hebat yang terjadi puluhan juta tahun lalu. Letusan ini membentuk sebuah pola dataran tinggi yang kemudian dinamakan sebagai Deccan Plateau. Mereka melihat dampak letusan yang begitu dahsyat ini sebagai bencana yang sangat buruk dan dapat menghancurkan sebagian besar kehidupan di bumi. Kemungkinan, letusan dahsyat gunung berapi ini juga dapat menjadi sebab kepunahan Dinosaurus.

Untuk beberapa waktu, sempat terjadi perdebatan antar para ahli paleontologi tentang kedua kemungkinan asteroid dan gunung berapi ini. Hingga kemudian muncul satu hipotesa lain yang menggabungkan dua kemungkinan sebelumnya. Para ahli mempelajari karakter dari setiap sebab kepunahan dan ada kemungkinan baik hantaman asteroid maupun letusan gunung terjadi secara berurutan sehingga berdampak lebih buruk bagi para Dinosaurus. Selain itu kombinasi sebab lain yang muncul juga sebagai dampak dari 2 hipotesa awal antara lain gempa bumi, tsunami, ,aupun wabah penyakit.

Makhluk hidup pertama yang diperkirakan musnah oleh bencana adalah tumbuh-tumbuhan. Habisnya tanaman langsung berdampak kepada Dinosaurus pemakan tumbuhan yang akhirnya pun perlahan mati karena kekurangan makanan. Selanjutnya, dampak juga dirasakan oleh para Dinosaurus pemakan daging yang juga kehabisan bahan makanan karena sebagian besarnya telah mati. Nasib buruk memang menimpa para Dinosaurus, namun lain halnya dengan mamalia dan serangga yang berukuran jauh lebih kecil. Mereka relatif lebih sanggup bertahan dan berevolusi hebat di masa berikutnya karena kecilnya ukuran tubuh sehingga memungkinkan luput dari bencana dahsyat yang terjadi.

Selain pendapat ini, para ahli juga memperkirakan timbunan awan hitam dan debu vulkanik memenuhi langit bumi sehingga menutupi cahaya matahari untuk waktu yang cukup lama. Suhu permukaan bumi pun turun drastis dan memaksa para Dinosaurus memilih antara mati atau berevolusi menjadi bentuk yang lain. Jaman Crestaceous pun berakhir dan bumi pun memasuki satu masa yang kita kenal sebagai jaman es. Walaupun di jaman ini Dinosaurus sudah dinyatakan punah, tapi mereka sebenarnya tidak benar-benar hilang dari kehidupan bumi, Sob!

Dinosaurus-Punah4

Hal menarik pada jaman es adalah tentang perubahan yang terjadi pada sebagian Dinosaurus yang luput dari bencana besar pemusnahan masal. Mereka yang mampu bertahan untuk tidak mati, ternyata berevolusi menjadi bentuk lain seperti reptil dengan ukuran lebih kecil dan juga bangsa Aves atau burung. (Lihat artikel Tahu Nggak Sob). Para Dinosaurus, khususnya spesies Theropoda (jenis Dinosaurus yang menggunakan 2 kaki untuk berjalan) menyesuaikan diri dengan iklim bumi yang sangat rendah. Kulit mereka mulai tertutupi oleh bulu-bulu dan lengan pendek mereka pun berkembang menjadi lebih panjang dan membentuk sayap untuk terbang. Salah satu makhluk yang kemungkinan merupakan perpaduan antara reptil dan burung purba adalah Archaeoptryx.

Terlepas dari berbagai kisah evolusi yang terjadi, fase kepunahan masal yang dialami oleh Dinosaurus dapat dikatakan sebagai “kiamat” bagi spesies mereka. Seiring umur bumi yang diperkirakan sudah 4 milyar tahun lebih, ternyata banyak pendapat para ahli yang mengatakan bahwa kiamat tersebut bukanlah yang pertama. Pada masa-masa sebelumnya, bumi yang kita tinggali saat ini diperkirakan pernah beberapa kali mengalami kepunahan masal dan berdampak pada seluruh kehidupan di dalamnya. Tampaknya “kiamat” yang menghabiskan hampir 70% kehidupan di bumi ini sudah seperti sebuah siklus atau proses berkala. Sob, bila ini memang benar terjadi di masa muda bumi dan berdampak pada Dinosaurus yang pernah mendominasi bumi, ada kemungkinan di suatu masa nanti “kiamat” ini pun dapat terjadi kembali. Bisa jadi, pertanyaan yang muncul dalam benak para makhluk hidup yang mendominasi kehidupan bumi di masa depan justru adalah, “Bagaimana Manusia punah?”

(phosphone I suar)

 

Sumber:

http://chem.tufts.edu/science/evolution/fish-amphibian-transition.htm

https://www.nationalgeographic.com/science/prehistoric-world/dinosaur-extinction/

https://www.sciencenewsforstudents.org/article/dinosaurs-extinction-asteroid-eruptions-doom

https://www.sciencenewsforstudents.org/article/drilling-dinosaur-killer

https://www.livescience.com/3945-history-dinosaurs.html

https://www.scholastic.com/teachers/articles/teaching-content/why-did-all-dinosaurs-become-extinct/

https://www.theguardian.com/commentisfree/2015/sep/09/dinosaur-extinction-reasons-jurassic-asteroid

http://blogs.plos.org/paleocomm/2016/03/30/how-many-dinosaurs-were-there/

https://www.thoughtco.com/myths-about-dinosaur-extinction-1092145

http://www.kids-dinosaurs.com/dinosaur-extinction.html

 

Leave a Comment