Jelas Diulas LIBURAN NYOOK

5 DESTINASI WISATA KOTA INDONESIA DI LUAR PULAU JAWA

Judul
Written by Suar

Sobat Suar, akhir tahun udah semakin dekat dan itu artinya masa-masa liburan pun akan segera datang. Apa kalian udah punya tujuan destinasi untuk liburan nanti? Sebagian teman-teman Suar merencanakan liburan mereka ke luar negeri, tapi banyak juga yang berencana menghabiskan liburannya di Indonesia aja. Nah, kalau Suar tanya kemana mereka akan liburan, banyak dari mereka yang berpikir Bandung, Yogyakarta, atau paling-paling Bali. Sebenarnya sih nggak ada yang salah dengan beberapa tujuan itu, tapi buat Suar sih agak umum dan pasti banyak banget yang liburan ke sana juga. Nah, karena pengalaman inilah Suar akhirnya memutuskan untuk berbagi ke kalian tentang beberapa wisata kota di luar Pulau Jawa yang pernah Suar kelilingin nih.

 

  1. PALEMBANG

Palembang-Jembatan-Ampera

Rating Suar: 3/5 – Lumayan

Dari wilayah Pulau Sumatera, Suar pernah menyambangi satu kota besar yang merupakan kota tertua di Indonesia. Walaupun menyandang gelar tertua, tapi kota ini udah nggak lagi berbentuk kota dengan banyak bangunan tua. Palembang saat ini udah semakin modern, Sob. Tapi, kota ini sarat akan kisah sejarah.

Ibukota Provinsi Sumatera Selatan yang dijuluki Bumi Sriwijaya ini memang pernah menjadi pusat kerajaan Sriwijaya. Kota yang konon sudah berdiri sejak pertangahan abad ke-7 ini sudah dikenal lama sebagai sebuah pusat peradaban terutama yang berhubungan dengan kehidupan maritim di tepi Sungai Musi. Kisah sejarah peradaban Palembang yang sangat menarik ini dapat kita pelajari di beberapa destinasi wisata sejarah seperti Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dan Museum Negeri Balaputradewa.

Bicara tentang peradaban sungai, salah satu yang dikenal sebagai ikon Palembang adalah Sungai Musi yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera. Sungai dengan panjang sekitar 750 kilometer ini membelah kota Palembang jadi 2 bagian. Namun demikian, sebuah jembatan ikonik menyambungkan 2 bagian terpisah ini, Sob. Jembatan Ampera namanya dan menjadi salah satu obyek wisata penting kalau kita berkunjung ke kota Palembang.

Untuk kuliner, siapa yang nggak kenal dengan Pempek Palembang. Makanan asli Palembang yang namanya populer sampai ke seluruh pelosok Nusantara. Selain itu, ada Tekwan dan Model yang unik dan nikmat. Lalu, kalau kalian penasaran sama satu ikon kuliner kota ini, coba deh Martabak Har yang menyajikan martabak berisi sayur atau telur dengan kuah kari kambing yang sangat otentik.

Selain beberapa hal di atas, masih banyak lagi sebenarnya petualangan yang Sobat Suar dapatkan jika berlibur ke kota besar kedua di Sumatera setelah Medan ini. Yang pasti, untuk akomodasi dan transportasi kalian nggak perlu kuatir deh. Jenis transportasi online dan berbagai macam penginapan dengan harga yang variatif sudah sangat mudah untuk kita dapatkan. Menurut Suar, kalau Sobat Suar ingin mendapatkan suasana liburan kota di luar Pulau jawa yang unik dengan harga terjangkau, Palembang bisa jadi jawabannya.

 

  1. MAKASSAR

Makassar-Samalona

Rating Suar: 3.5/5 – Lumayan Keren

Lain Palembang, lain lagi dengan Makassar. Kota di Pulau Sulawesi dan jadi ibukota Provinsi Sulawesi Selatan ini memang punya pesonanya sendiri. Sebagai kota terbesar di wilayah timur Indonesia, sudah jelas Makassar seringkali dijadikan sebagai pusat berbagai sektor mulai dari pemerintahan, perdagangan, pendidikan, hingga pariwisata.

Terkait sejarah, sama seperti Palembang, Makassar juga tidak lepas dari keberadaan kerajaan Gowa yang berjaya pada sekitar abad ke-16. Sebagai kota pelabuhan dan perdagangan, Makassar dianggap sangat penting sejak masa lalu baik oleh masyarakat lokal maupun para penjajah VOC yang sangat berniat untuk memonopoli situasi di kota ini. Banyak obyek sejarah yang masih bertahan hingga saat ini dan menjadi bagian dari pariwisata Makassar, antara lain Benteng Rotterdam dan Benteng Panyua.

Tidak hanya wisata sejarah, Sob. Makassar juga dikenal memiliki wisata pantai dan pulau-pulau yang cukup cantik. Pulau Kodingareng dan Samalona adalah dua nama yang paling terkenal. Dari daratan Makassar, kita dapat menyewa perahu dan bisa berwisata ke pulau-pulau yang tidak jauh dari daratan. Kecantikan alam bawah lautnya tidak perlu ditanyakan lagi, snorkeling jadi salah satu aktifitas yang paling diminati. Selain itu, di Pulau Samalona juga terdapat beberapa penginapan yang dapat kita sewa untuk bermalam. Tidak kalah dengan kepulauan Seribu di Jakarta atau Karimun Jawa di Jepara, Makassar pun punya wisata pulau yang memukau.

Selain laut, wisata pegunungan dan air terjun juga bisa kita dapatkan di sekitar Makassar. Dengan waktu tempuh maksimal sekitar 90 menit, kita bisa menikmati segarnya udara pegunungan dan pepohonan rindang di Taman Nasional Bantimurung. Tidak hanya itu, obyek wisata ini juga terkenal dengan berbagai jenis spesies Kupu-kupu yang hidup di dalamnya, lho.

Banyak yang menganggap orang Makassar itu kasar, tapi sebenarnya nggak, Sob. Menurut Suar, mungkin mereka memang tegas karena budaya Sulawesi Selatan yang dikenal cukup keras, tapi sebenarnya mereka sangat bersahabat dan senang bercanda. Transportasi dan Akomodasi di kota ini juga sudah tidak perlu dikuatirkan, semuanya mudah dan dapat dipilih mulai dari harga yang ekonomis hingga yang istimewa. Suar jamin, kalian nggak akan bosen berlibur di wilayah kota Makassar dan sekitarnya deh.

 

  1. JAYAPURA

Jayapura-Asei

Rating Suar: 4/5 – Keren

Sob, Indonesia bagian timur memang nggak habis-habis nih pesonanya. Satu kota cantik di wilayah Papua ini jadi buktinya. Ibukota Provinsi Papua, yaitu kota Jayapura jadi kota berikutnya yang pernah Suar datengin beberapa waktu lampau. Sebelum Suar ceritain kisahnya, Suar cuma mau bilang, kalian paling nggak sekali di hidup kalian main-main ke Jayapura.

Saat jaman penjajahan Belanda dulu, kota Jayapura dikenal dengan nama Hollandia. Kota ini memang didirikan oleh tentara kerajaan Belanda sebagai salah satu distrik penting di wilayah kekuasaan Belanda di Timur Nusantara. Kota ini cukup unik, Sob karena lokasinya yang ada di Teluk Jayapura dan sekilas suasanya seperti Rio de Janeiro di negara Brazil.

Kota Jayapura memang menyimpan banyak sekali kenangan bersejarah yang berhubungan dengan berbagai peristiwa militer. Selain keberadaannya sebagai salah satu distrik wilayah jajahan pasukan Kerajaan Belanda, Jayapura juga cukup populer bagi tentara Amerika Serikat di Perang Dunia ke-2 karena dijadikan sebagai markas pasukan yang dipimpin oleh Jenderal Douglas McArthur saat menaklukkan Pasukan Kerajaan Jepang dari wilayah Pasifik. Monumen McArthur dan beberapa peninggalan pangkalan militer Amerika Serikat di Jayapura menjadi saksi bisu kisah heroisme Prang Dunia ke-2.

Untuk wisata alam dan budaya, jelas Indonesia Timur tidak perlu diragukan lagi. Walaupun tidak sebanyak peninggalan sejarah, obyek wisata alam dan budaya seperti Teluk Youtefa sangat menarik untuk disambangi. Saat berkunjung ke Jayapura, Suar cukup berkesan dengan salah satu perkampungan apung kuno yang masih bertahan hingga kini di Teluk Youtefa. Konon, pemukiman ini adalah tempat leluhur penduduk asli Jayapura berasal sebelum akhirnya berekspansi ke wilayah daratan Papua. Selain itu, terdapat Danau Sentani yang sangat besar dengan Pulau Asei yang berada di tengahnya. Sob, di Pulau ini kita dapat belajar tidak hanya sejarah namun juga budaya asli penduduk Papua yang sangat menghargai keselarasan dengan alam.

Sob, Jayapura menurut Suar adalah sebuah perpaduan sempurna antara sejarah dan kekayaan alam serta budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Banyak sekali hal yang dapat kita pelajari di kota bersejarah ini. Namun demikian, jangan kaget dengan harga-harga di wilayah ini yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan kota-kota besar di Pulau Jawa. Sebagai perkiraan, Suar harus mengeluarkan sekitar 40.000 untuk sekedar sarapan sedikit nasi kuning dengan lauk ala kadarnya dan segelas teh tawar hangat. Walaupun agak mahal, tapi dengan berbagai obyek wisata menarik serta pelajaran kehidupan yang kaya dari kisah-kisah sejarahnya, Jayapura layak untuk dijadikan destinasi wisata kota di luar Pulau Jawa.

 

  1. AMBON

Ambon-Ambon-Music-City

Rating Suar: 4/5 – Keren

Ambon, City of Music. Jargon ini nih Sob yang Suar dengar saat pertama kali sampai di kota ini. Memang bukan sekedar jargon semata, tapi faktanya memang Ambon sudah mulai dikembangkan sebagai kota musik nasional yang bertaraf internasional. Kalau Suar bayangkan, mungkin suatu saat nanti Ambon bisa kayak Havana, Vienna, atau Rio de Janeiro sebagai kota musik dunia. Anggapan Suar ini semakin diperkuat dengan satu landmark bertuliskan “Ambon City Of Music” yang Suar lihat dalam perjalanan dari bandara menuju pusat kota.

Sob, menikmati kota Ambon memang sedikit berbeda dengan kota-kota di pulau Jawa pada umumnya. Ada kesan asyik yang Suar dapatkan ketika melihat para warga nongkrong di pinggir jalan, angkot yang menyetel musik keras-keras, sampai dinamika warga yang terkenal ramah dan sangat santai ini. Suar makin yakin, Ambon memang cocok disebut sebagai kota musik di Indonesia.

Selain asyik, Ambon punya banyak banget obyek wisata Sob. Mulai dari pantai Natsepa yang terkenal itu, Pantai Liang yang super cantik, Pintu Kota yang megah, Alun-alun Merdeka, Gong Perdamaian, sampai yang agak sedikit jauh dari pusat kota seperti Obyek sejarah Mesjid Wapauwe dan benteng Amsterdam. Terkait sejarah, Ambon memang menyimpan banyak kisah menarik seperti perjuangan Pattimura dan Christina Martha Tiahahu untuk merdeka dari belenggu penjajah Belanda.

Sob, bila kembali ke sekitar akhir 90-an hingga awal-awal tahun 2000, kota Ambon menyimpan sejarah kelam tentang konflik horisontal antar kelompok yang cukup menyesakkan. Banyak warga yang akhirnya harus ikut terlibat dan jadi korban dalam peristiwa berdarah ini. Namun demikian, selepas perdamaian yang akhirnya disadari, masyarakat Ambon pun sekarang justru semakin solid dan saling menghormati berbagai perbedaan yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.

Sob, ada satu konsep kebersamaan yang penting banget untuk kalian pelajari dan ambil makna positifnya bila sempat berkunjung ke Ambon. Pela Gandong namanya. Satu tradisi sekaligus gaya hidup masyarakat Ambon maupun Maluku yang sudah berjalan sejak dahulu kala tentang sikap saling menghormati antar masyarakat sekalipun mungkin mereka memiliki latar belakang suku agama dan ras yang berbeda. Mereka akan selalu saling menghargai karena mereka mengidentifikasi diri mereka sabagai satu saudara.

Sobat Suar pasti akan sangat menikmati petualangan di kota Ambon yang nggak ada habisnya. Belum lagi kuliner khas Ambon yang enak-enak dan berhubungan dengan banyak hidangan laut. Untuk transportasi dan akomodasi juga tidak perlu khawatir karena fasilitas, sarana, dan infrastruktur sudah sangat tersedia. Selamat menikmati Indonesia yang unik dalam kemasan “Ambon, City Of Music.”

 

  1. LOMBOK

Lombok-Pantai-Kuta

Rating Suar: 4.5/5 – Keren Banget

“Lombok I love You….”

Sepenggal lirik lagu ini terlintas di pikiran Suar waktu menjejakkan kaki di pulau dengan luas sekitar 5.435 km2 ini. Lombok jadi destinasi yang Suar pilih karena jadi semacam alternatif dari Pulau Bali yang udah terlalu populer dijadikan destinasi liburan. Saat itu, Suar ingin membandingkan langsung dengan Bali yang di atas kertas lebih populer daripada Lombok. Ternyata benar, Lombok punya pesona yang luar biasa. Situasi di pulau tetangga Bali ini memang nggak seramai di Bali, tapi justru inilah yang menarik untuk Suar. Suasana yang tenang justru sangat mendukung Suar menikmati keindahan alam yang super cetar…

Nah, kota utama di Pulau ini adalah Mataram. Kota ini merupakan ibukota dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebenarnya kota Mataram itu nggak terlalu besar, Friends, jadi Suar anggap kota ini bisa jadi pusat untuk segala aktifitas pariwisata yang dilakukan di seluruh penjuru Lombok. Perjalanan ke seluruh destinasi di sekitarnya paling hanya menghabiskan waktu paling lama 3 jam, itu pun sudah sampai ke pedalaman di kaki gunung Rinjani yang terkenal itu.

Untuk budaya, Lombok memiliki tradisi yang nggak berbeda jauh dari adat Bali. Hanya saja suku yang mendiami Lombok maupun Mataram kita kenal sebagai Suku Sasak. Konon, menurut cerita beberapa pemandu wisata di sana, tradisi Bali dan Lombok memiliki banyak kesamaan karena memang berasal dari leluhur yang sama. Tapi bagi Suar, tradisi di suku Sasak ini sangat menarik karena ada beberapa hal yang Suar baru temui seperti kebiasaan mengepel lantai rumah dengan kotoran ternak. Suku Sasak asli beranggapan kotoran ternak akan membuat lantai semakin bersih dan kuat hingga bertahun-tahun. Kalau ingin tahu lebih, silahkan berkunjung ke banyak desa adat yang terdapat di Lombok, salah satu yang terkenal adalah desa Sade.

Untuk pemandangan dan kekayaan alam sudah nggak perlu diragukan. Lombok punya semuanya, mulai dari wisata Pantai Kuta maupun Senggigi yang indah banget, Air terjun Tiu Kelep, wisata Pulau Gili Trawangan, Meno, Air, sampai wisata alam Taman Nasional Gunung Rinjani yang jadi incaran para wisatawan mancanegara. Lombok itu paket lengkap wisata alam yang keren banget deh pokoknya.

Untuk transportasi dan akomodasi, Lombok sudah sangat lengkap. Seperti halnya Bali, Lombok pun sudah menata pariwisatanya dengan cukup sistematis sehingga memudahkan bagi para wisatawan dalam maupun luar negeri. Namun demikian, biaya di Lombok menurut Suar sih lebih murah daripada Bali, Sob. Entah kenapa, mungkin karena Bali lebih dikenal di dunia internasional sehingga jadi lebih komersil juga. Akhirnya, Lombok jadi destinasi yang Suar paling rekomendasikan untuk liburan kota kalian. Suar yakin kalian bakal nikmatin banget destinasi ini dan tentunya dengan budget yang sangat bisa disesuaikan.

 

Sob, itu dia 5 rekomendasi destinasi wisata kota di luar Pulau Jawa yang Suar pernah datangi. Semoga bermanfaat dan inspiratif untuk liburan yang kalian akan rencanakan. Inget, ke mana pun kita merencanakan destinasi liburan nanti, yang terpenting adalah perasaan bahagia yang muncul dalam diri kita semua. Sekalipun liburan ke tempat kumuh dengan biaya yang super ngirit, kalau kita jalaninnya dengan bahagia pasti liburannya bakal terasa asyik dan menyenangkan. Selamat merencanakan liburan akhir tahun dan bahagia selalu.

SUAR

Leave a Comment