LIBURAN NYOOK Tahu Nggak, sob?

Tahu Nggak Sob, TENTANG HARI MINGGU?

Hari-Minggu-Libur
Written by Suar

Tahu nggak Sob, tentang asal usul hari Minggu?

old_calendar_2_139979

Nama-nama hari yang kita kenal saat ini, sebenarnya nggak lepas dari perkembangan agama serta kepercayaan manusia, terutama 3 agama semitik Yahudi, Nasrani, dan Islam. Pada masa sebelum dimulainya tahun masehi, dimana nama-nama hari pun belum ditetapkan, manusia seringkali mengindentikkan keberadaan hari sebagai milik para Dewa. Misalnya hari untuk Dewa Matahari yang dipercayai oleh peradaban Mesir Kuno yang juga berkembang hingga ke Benua Eropa. Bangsa Romawi dan Yunani juga mengidentikkan hari-hari tersebut bagi para Dewa-Dewi mereka. Bahkan, kepercayaan Pagan yang berkembang pesat di Eropa pun mengkultuskan satu hari bagi Dewa Matahari pujaan mereka.

220px-Constantine_I_Hagia_Sophia

Beberapa abad setelah Yesus wafat di kayu salib, kerajaan Romawi yang dipimpin oleh Kaisar Konstantin pun menerapkan Kekristenan sebagai agama resmi Romawi saat itu. Jelas keputusan ini menimbulkan pertentangan di masyarakat Romawi dan Eropa (Germany) yang memang masih banyak menyembah Dewa-Dewi serta mengidentikkan setiap hari dengan kepercayaan mereka. Sebagai langkah politis yang dianggap menyatukan seluruh perbedaan warga pemerintahan Romawi, Konstantin pun mengadopsi satu hari penyembahan Dewa Matahari sebagai bagian dari kompromi menuju agama resmi Kristen untuk Romawi.

Konstantin pun sedikit demi sedikit mulai membuat satu tradisi dan menerapkannya secara luas di seluruh daerah kekuasaan Romawi. Hari penyembahan Dewa Matahari pun kemudian dijadikan sebagai hari untuk umat Nasrani beribadah. Sejak saat itu pun, hari beribadah ini pun diangap sebagai peringatan kebangkitan Yesus pada hari yang ketiga dari kayu salib. Selain itu, hari ini pun dianggap oleh pemerintahan Romawi sebagai hari beristirahat setelah 6 hari bekerja, layaknya kisah penciptaan alam semesta. Inilah awal dari terciptanya hari yang disebut Sun-day (hari matahari) dalam budaya masyarakat Barat.

Constantine

Sob, sebelum Kaisar Konstantin menetapkan “Sunday” sebagai hari terakhir dalam penanggalan Romawi yang akhirnya berlaku di kebanyakan masyarakat barat hingga saat ini, sebenarnya sistem penanggalan Yahudi sudah lebih dulu menerapkan hari yang disebut “Sunday” ini sebagai hari pertama dalam satu minggu. Tradisi ini pun kemudian diikuti oleh penanggalan Islam yang muncul beberapa abad kemudian. Dalam sistem penanggalan Yahudi maupun Islam, hari-hari diberi nama sesuai urutan nomor. Misalnya, Isnin (dari kata Nin yang berarti kedua) atau Ahad (dari kata Wahad/wahid yang berarti pertama). Jadi, bagi sebagian besar masyarakat Islam Timur Tengah serta Israel dengan mayoritas warga Yahudi-nya, hari pertama bukanlah Senin seperti dalam penanggalan barat melainkan hari Minggu/Ahad. Oleh sebab itu, bagi sebagian besar negara Islam serta Israel, hari libur mereka umumnya adalah hari Jumat dan Sabtu (Sabat). Sedangkan, hari Minggu/ Ahad merupakan hari pertama dan awal beraktifitas dalam satu minggu.

Nicea

Bagi Indonesia, keberadaan hari Minggu sebenarnya agak sedikit unik. Seperti yang kita ketahui, nama hari-hari di Indonesia sebenarnya merupakan adopsi dari nama-nama hari dalam bahasa Arab. Misalnya, Senin dari Istnayn yang berarti hari kedua, Selasa dari Tsalaatsa dengan arti hari ketiga, Rabu dari Arba’a yang artinya hari keempat, Kamis dari Khamsatun, Jumat dari Jumu’ah, dan Sabtu dari Sabat. Uniknya, yang paling berbeda justru adalah hari Minggu yang bila konsisten pada penamaan hari disebut Ahad (wahad, hari pertama).

Kata Minggu sebenarnya diambil dari bahasa Portugis Dominggo yang berarti “Harinya Tuhan”. Tentu saja hal ini berkenaan dengan masa penjajahan dulu, Sob. Hal ini pun berlanjut dengan masa pemerintahan kerajaan Belanda di Nusantara yang akhirnya menerapkan hari Minggu sebagai hari beribadah dan beristirahat. Jadi, walaupun nama hari-hari lain di Indonesia menggunakan kata turunan Arab, namun khusus untuk hari Minggu tetap menggunakan sebutan dari masa kolonial. Begitu juga pemaknaan hari Minggu tetap dianggap sebagai hari libur serta beristirahat bagi seluruh masyarakat Indonesia. Uniknya, kalau kalian perhatiin tanggalan Indonesia, Hari Minggu/Ahad ini tetap dianggap sebagai hari pertama dalam seminggu, namun dihitung sebagai hari libur layaknya hari terakhir. Nah, unik kan, Sob? Walaupun memang untuk beberapa kalangan di Indonesia, keunikan ini masih menimbulkan pro dan kontra. Tapi, kalau Suar sih yang penting liburannya, Sob. Hehehehhee…

12317940-361492373975196-798890789-n-421158468ef3329429a8d0ab49ec8823_420x280

SUAR

 

Sumber:

http://news.bbc.co.uk/2/hi/uk_news/magazine/3604464.stm

http://www.todayifoundout.com/index.php/2015/03/week-starts-sunday/

https://www.kompasiana.com/halimi-zuhdy/tahukan-anda-mengapa-hari-ahad-diganti-dengan-hari-minggu_575fc93dd29273af08990818

https://patch.com/georgia/athens/why-is-sunday-called-sunday

 

Leave a Comment