Jelas Diulas PARA TENTARA

MENYERUPUT SECANGKIR KOPI ALA TENTARA DI LOCK ON COFFEE

Head
Written by Suar

Sobat Suar, kalau nyebutin tempat minum atau kedai kopi di Kota Jakarta pasti agak sulit. Selain karena jumlah yang sangat banyak dan tersebar di seluruh wilayah Jakarta, trend minum kopi yang melanda warga Jakarta pun ‘merangsang’ sejumlah pengusaha baru minuman kopi semakin bermunculan. Layaknya sebuah bisnis, persaingan pun tak terhindarkan dan memaksa para pengusaha kopi untuk memutar otak mereka menampilkan dagangan kopinya seunik mungkin dan berbeda dengan pedagang kopi lainnya. Rasa dan kualitas menu sudah pasti menjadi perhatian utama, namun tempat beserta tema yang melingkupi sebuah bisnis kedai kopi adalah satu hal yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Salah satu kedai kopi yang cukup concern pada tema adalah Lock On Coffee.

Lock-On-Coffee-(11)

 

Alamat                 : Jl. Prapanca Raya no.29a, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160

Waktu buka        : Senin – Kamis (08.30 – 22.30) / Jumat – Minggu (08.30 – 23.30)

Rating Suar         : 4.5/5 – Asyik Banget

 

Kedai Lock On Coffee berada di wilayah Prapanca, Jakarta Selatan. Tempat minum kopi yang baru saja mengadakan acara Grand Opening pada hari Sabtu, 20 Januari 2018 yang lalu ini tampil dengan sebuah tema yang Suar rasa belum pernah ada di Jakarta. Menurut Suar, Lock On Coffee cukup berani tampil beda dengan tema Modern Military yang bisa dikatakan ‘agak’ melawan arus kedai-kedai kopi di Ibukota Jakarta yang umumnya menghadirkan nuansa urban modern, minimalis, rustic, atau vintage sebagai tema besar mereka. Alih-alih merasa takut gagal dengan tema yang diusung, Lock On Coffee justru sangat percaya diri dengan keunikan mereka yang sangat berbeda dengan kedai kopi di Jakarta pada umumnya.

Lock-On-Coffee-(5)

Sejak pertama memasuki pintu depan, keunikan kedai ini sudah terasa. Lock On sengaja tidak menampilkan nama kedai di bagian depan kedai. Pada bagian atas pintu masuk hanya terdapat sebuah tulisan COFFEE yang menandakan bahwa tempat ini adalah sebuah kedai untuk menikmati minuman kopi. Namun demikian, dari bagian depan tema Modern Military sudah nampak dari konsep paduan warna hijau, coklat, abu-abu dan hitam yang hampir memenuhi seluruh dinding kedai ini. Kesan ‘garang’ khas tentara pun semakin terasa ketika memasuki ruangan pertama yang merupakan ruangan khusus untuk merokok. Lebih jauh ke dalam, bar tempat para barrista meracik kopi terletak di bagian area no smoking dengan dominasi interior yang terbuat dari kayu trembesi dan paduan bantal-bantal berwarna hijau dan abu-abu.

Sob, Suar semakin merasa sedang berada di sebuah camp militer ketika melihat beberapa helm perang, beberapa piala menembak, dan mural yang menggambarkan seorang tentara dengan bazzoka yang berbentuk menyerupai alat pembuat kopi, Aeropress. Sebuah tulisan dengan huruf stencil pun terbaca “Make Coffee Not War”. Wah, Suar merasa seolah berada di kedai para tentara yang akan berkumpul dan minum kopi baik setelah maupun sebelum pergi berperang.

Tidak lama, Suar pun bertemu dengan sang pemilik kedai yang ternyata adalah seorang pensiunan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Beliau bernama Mayor Jenderal TNI (Purn) Turmarhaban Rajagukguk. Saat berbincang dengan Suar, beliau ditemani oleh Manager Kedai Lock On, Haryo Bhimo Cheto. Pada awalnya Suar memang sangat penasaran dengan alasan dipilihnya tema Modern Military pada kedai Lock On Coffee, tapi setelah bertemu dengan Manager dan sang pemilik maka terjawablah sudah rasa penasaran itu. Jadi, tema militer dipilih karena memang orang-orang di “balik layar” kedai ini memang berlatar belakang militer. Selain sang pemilik yang merupakan pensiunan tentara, kedai ini juga merupakan simbol rasa sayang Pak Rajagukguk kepada putra sulung beliau, Letnan Dua Partogi Rajagukguk yang saat ini mengikuti jejak sang ayah bertugas sebagai Tentara Nasional Indonesia. Selain itu, Pak Rajagukguk mengatakan bahwa beliau ingin menanamkan semangat ala militer ke dalam kedai ini agar para pengunjung yang menikmati kopi di kedai ini pun akhirnya ikut terpapar oleh semangat tersebut dan menjadi penuh gairah dalam menjalani kehidupan mereka masing-masing.

Walaupun banyak pengunjung yang terpukau dan fokus pada tema militer yang diangkat, Lock On Coffee tidak melupakan unsur kenyamanan bagi siapapun yang datang menikmati kopi di sini. Dua sudut di bagian smoking area dirancang dengan konsep lesehan. Konsep ini sih asyik banget, Sob. Bayangin, kalian bisa minum kopi sambil duduk di karpet dan sofa dengan bantal-bantal empuk dan bean bag layaknya ruang keluarga di rumah. Jujur, Suar sih ngerasa nyaman banget di sudut lesehan ini. Selain itu, terdapat satu meja panjang dengan 8 kursi tinggi yang dapat digunakan sebagai tempat rapat atau bekerja bagi para pengunjung. Menurut Haryo Bhimo Cheto sebagai Manager Lock On, ke depannya kedai kopi ini diharapkan juga dapat menjadi working space bagi siapapun yang membutuhkan tempat bekerja tanpa kantor. Tenang aja Sob, koneksi internet di Lock On super duper cepat, jadi kerjaan kalian pun aman terkendali.

Akhirnya, beralih ke bagian paling vital dari kedai kopi ini, yaitu kualitas menu yang ditawarkan. Sebagai sebuah kedai kopi, sudah tentu Lock On menawarkan menu yang didominasi minuman kopi sebagai sajian utamanya. Sejak awal didirikan, kedai ini sudah berkomitmen untuk menggunakan kopi-kopi khas Nusantara sebagai bahan baku mereka. Mulai dari Aceh Gayo, Kintamani, hingga Kopi Toraja menjadi beberapa andalan yang ditawarkan. Sudah pasti, Sob rasanya dijamin mantap. Selain itu ada juga beberapa menu khas Lock On Coffee seperti Es Komando. Mendengar namanya, kesan pertama pasti sangat militer tetapi setelah mencicipi rasa minuman ini, Suar langsung terlena oleh kenikmatan es kopi susu yang lain daripada minuman sejenis di tempat lain. Es Komando sangat layak untuk direkomendasikan. Bagi para pengunjung yang mungkin tidak bisa minum kopi, Lock On juga menyediakan beberapa menu non-coffee seperti Hot Chocolate, Green Tea Latte, Red Velvet, bahkan aneka Smoothies. Secara umum, rasa sajian di Lock On cukup baik, hanya saja perlu dijaga konsistensi serta standarisasinya. Rentang harga antara 12.000 rupiah hingga 32.000 rupiah pun Suar rasa tidak terlalu mahal mengingat wilayah Prapanca merupakan tempat sejumlah kuliner dengan rentang harga di atas 20.000 rupiah.

Sob, yang namanya kelebihan tentu nggak lepas dari sejumlah kekurangan. Sebaik-baiknya kedai Lock On ini nggak fair kalau Suar nggak mengulas kekurangannya. Salah satu yang menjadi perhatian Suar adalah kurangnya area parkir kendaraan. Mungkin kalau pengunjung membawa sepeda motor, area parkirnya masih lumayan banyak, tapi area parkir mobil di depan kedai Lock On hanya cukup maksimal 4 kendaraan roda empat saja. Namun demikian, Manager Lock On sudah bekerjasama dengan beberapa tempat di samping Lock On untuk bisa dijadikan lahan parkir bila kondisi pengunjung melimpah. Jadi, untuk urusan area parkir ini sudah dapat teratasi.

Akhirnya, untuk menutup ulasan ini, Suar sangat terkesan dengan konsep baru ala Modern Miltary di Lock On Coffee ini. Salut juga untuk keberanian Lock On tampil beda dari kedai-kedai kopi lainnya. Bagi kalian yang menyukai kopi dan tinggal di Ibukota Jakarta, kedai kopi ini sangat layak untuk kalian sambangi. Selain untuk menikmati berbagai sajian kopi yang berkualitas, kalian juga dapat menikmati tema Modern Military yang gagah berani dan sejumlah kejutan menarik lainnya di sini. Selamat menikmati Lock On Coffee. KOMANDO!!!!

(Tim Suar)

Lock-On-Coffee-(1)

Leave a Comment